Perbuatan Wisatawan yang Buat Geleng-Geleng Kepala

06/28/2019

Jadi seseorang wisatawan, kita kudu jaga tabiat serta punya sikap bijak. Karena kita menjejaki serta menelusuri hunian  idn poker terpercaya . Disana, kita jadi wisatawan berubah menjadi "orang asing" yang lebih gak tahu apa-apa dibandingkan dengan masyarakat asli di lingkungan itu.

Dari mulai beberapa tempat hingga sampai tata krama, semua tidak sama dengan yang ada pada tempat poker online tinggal. Sudah jadi kewajiban untuk kita untuk menyingkirkan rasa congkak serta berusaha untuk membumi.

Namanya pun berekreasi, gak cuman buat berikan kesegaran ingatan, namun juga buat belajar perihal baru kan? Bagaimana kita dapat belajar perihal baru jika kita gak pengen rendah hati serta menjaga sikap?

Gak jarang-jarang ada tingkah ajaib dari oknum-oknum wisatawan yang gak patut dilaksanakan. Tidak tahu apa yang ada pada ingatan mereka. Bisa saja mereka merasakan dapat bayar banyak, meningkatkan devisa negara itu, atau memang mereka gak miliki sopan santun saja. Nah, perbuatan wisatawan seperti bagaimana saja sich yang buat KZL? Coba deh lihat narasi turis-turis yang dapat dijadiin pelajaran buat lo agar gak jadi seperti mereka.

1. "Begpacker"

Mengemis hakikatnya yakni suatu prilaku yang diliat mata sebelah. Karena mengemis bikin kita tampak seperti pemalas yang gak modal serta ogah mengupayakan. Ditambah lagi masa saat ini banyak diketemukan pengemis yang malahan berfoya-foya dengan uang hasil mengemisnya itu. Nah, perbuatan gak patut ini nyatanya pun dilaksanakan oleh seseorang wisatawan yang mengemis buat penuhi kepentingan tersiernya, alias hura-hura.

Tidak lama ini tersebar video serta berita berkaitan backpacker dari Eropa yang mengemis serta jualan sejenis kartu pos di Thailand-Laos-Myanmar-Kamboja hingga sampai Malaysia. Oknum-oknum yang lalu dipanggil "begpacker" alias pengemis berkedok backpacker ini akui kehabisan uang, karena itu mereka butuh support finansial dari masyarakat asli agar perjalanan mereka lancar.


Baca juga :

5 teknik terus aman kala traveling sendirian

solo traveling mengapa gak?

Belajar traveling ala cowok melalui buku ini !


Bukannya untuk membiayai perjalanannya, banyak wisatawan nakal ini malahan memanfaatkan uang hasil ngemisnya ini untuk mabuk-mabukan serta berfoya-foya. Mulainya sich lucu-lucu saja. Tetapi lama kelamaan, trend ini jadi mengesalkan serta seseorang kuras harta masyarakat asli. Asumsikan, untuk apa keluarkan uang cuman buat kepentingan tersier orang? Jika gak miliki uang, semestinya mereka kerja keras terlebih dulu, baru lalu putuskan untuk backpacker-an

2. Manjat pohon sakura

Memanjat pohon yakni suatu pekerjaan yang biasa dilaksanakan, terlebih oleh beberapa anak kecil. Namun bagaimana jika yang dipanjang yakni pohon sakura waktu musim semi serta bukanlah pohon mangga belakang rumah?

Perbuatan wisatawan asal Tiongkok yang hadir waktu musim sakura ke Jepang ini seketika jadi viral sebab dirasa gak sopan. Karena pohon sakura bukan pohon yang dapat dipanjat seenak jidat. Karena pohon sakura gak sekuat ionwpokers besar secara umum.

Bahkan, udah jadi adat ditengah-tengah warga Jepang untuk mengadakan tikar dibawah pohon sakura sembari bawa bekal (atau minuman sejenis bir serta sake), bukanlah memanjat pohon. Mungkin mestinya wisatawan satu ini lebih responsif pada apa yang berlangsung di seputar serta gak merasa jika pohon yang ia panjat yakni pohon di belakang rumah ia.

3. Bus atau sofa rumah?

Apa lo sempat merasakan dongkol sebab pemirsa bioskop di bangku belakang lo menjejakkan kaki ke belakang kursi, sampai punggung lo lantas merasa kurang nyaman? Hal semacam itu masih makin lebih baik dibandingkan dengan apa yang dihadapi oleh penduduk Thailand yang perlu melawan tingkah wisatawan yang gak miliki sopan santun.

Nah, cowok asal Thailand ini berubah menjadi viral melalui artikel fotonya yang memamerkan dua buah kaki yang diangkat sampai ke kursi tempat duduknya. Parahnya, kaki itu hampir tentang kepala sang lelaki.

Gak cuman buat ia sulit buat bersangga, kaos kakinya lantas infonya bau gak enak gara-gara keringat. Wisatawan yang nyatanya datang dari Perancis ini konsisten menggantungkan kakinya biarpun sudah disuruh baik-baik oleh poker online terbaik Thailand ini. Tentu sikap wisatawan Perancis ini gak sesuai citra negaranya yang dirasa maju. Jika sudah katro, ya konsisten saja katro!

4. Tidak dengan baju di alam terbuka

Gunung memang tempat yang cukup sunyi serta sesuai sekali buat foto-foto cantik. Namun, bukan bermakna kita dapat sesenang hati disana. Ditambah lagi kerjakan suatu hal yang tabu menurut etika serta budaya warga ditempat.

Seperti yang dilaksanakan oleh Eleanor Hawkins serta kawan-kawan pendakinya di Gunung Kinabalu pada tahun 2015. Bukannya berfoto normal bak pendaki, atau berfoto nasionalis, Eleanor serta kawan-kawannya malah berfoto telanjang! Tidak tahu apa yang ada pada ingatan mereka ini, yang pastinya perbuatan absurd mereka gak sesuai dengan hukum tradisi ditempat.

Mereka lantas harus melawan efeknya. Eleanor dkk. dirasa melanggar hukum tradisi ditempat sebab gunung itu dirasa suci. Mereka lantas harus menentukan, di antara dikurung 3 bulan penjara atau denda 10 kerbau terhadap suku ditempat.

Karena itu, jika kita merasakan belum dewasa untuk terima ketidakcocokan serta terima ketentuan, lebih baik gak perlu sok-sokan traveling, deh! Traveling memang memaksa kita untuk berpikir dewasa supaya kita dapat siap mental untuk melawan dunia yang luas serta beraneka. Kita harus sadar jika traveling bermakna bertamu. Tentunya gak enak kan, jika lo miliki tamu yang ngocol serta gak miliki sopan santun?

Create your website for free!